Rabu, 26 November 2014

Makalah Proses Dan Fase Belajar

MATA KULIAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN


MAKALAH
PROSES DAN FASE BELAJAR


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi yang selanjutnya diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu.
Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

1.2.       Rumusan Masalah
a.         Apa pengertian proses belajar?
b.        Jelaskan mengenai tahapan-tahapan dalam proses belajar!

1.3.       Tujuan Penulisan
Belajar adalah sebuah proses yang dibutuhkan oleh setiap manusia, dalam proses belajar tersebut tentu ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Untuk mengetahui tahapan-tahapan belajar itulah msks mskslsh ini ksmi sajikan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.       Pengertian Proses Belajar
Proses adalah kata yang berasal dari bahasa latin “processus” yang berarti “berjalan ke depan”. Kata ini mempunyai konotasi urutan langkah atau kemajuan yang mengarah pada suatu sasaran atau tujuan. Menurut Chaplin (1972), proses vadalah: Any change in any object or organism, particulary a behaioral or psychological change (Proses adalah suatu perubahan khususnya yang menyangkut perubahan tingkah laku atau perubahan kejiwaan). Dalam psikologi belajar, proses berarti cara-cara atau langkah-langkah khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapainya hasil-hasil tertentu (Reber, 1988)[1].
Jika kita perhatikan ungkapan any change in any object or organism dalam definisi Chaplin di atas dan kata-kata “cara-cara atau langkah-langkah” (manners or operations) dalam definisi Reber tadi, istilah “tahapan perubahan” dapat kita pakai sebagai padanan kata proses. Jadi, proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif alam arti berorientasi ke arah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya[2].
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses  belajar adalah suatu aktifitas psikis ataupun mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan setumpuk perubahan dalam pengetahuan dan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas.
Setiap jenis belajar mengandung suatu proses belajar tersendiri yang memiliki kekhususan tersendiri, namun semua jenis belajar ini meliputi suatu prses belajar yang menunjukkan gejala-gejala ang terdapat pada semua proses belajar.

2.2.       Fase-fase dalam Proses Pembelajaran
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa belajar merupakan peristiwa internal atau dalam diri individu yang belajar. Untuk memperjelas keterangan tentang proses belajar akan digambarkan tentang fase-fasenya.
Adapun fase-fase belajar yang dikemukakan oleh Robert Gagne ada 8 fase[3], yaitu:
a.         Motivation
Motivasi berfungsi sebagai pendorong, pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak perilaku seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Guru merupakan factor yang penting untuk mengusahakan terlaksananya fungsi-fungsi tersebut dengan cara memenuhi kebutuhan siswa.Kebutuhan-kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keselamatan dan rasa aman, kebutuhan untuk diterima dan dicintai, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan untuk merealisasikan diri.
b.        Apprehencion
Adalah suatu tahapan pada diri siswa untuk memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional bila belajar akan terjadi, dimana dalam fase ini seseorang memperhatikan stimulus tertentu kemudian menangkap artinya dan memahami stimulus tersebut untuk kemudian ditafsirkan sendiri dengan berbagai cara. Misalnya “golden eye” bisa ditafsirkan sebagai jembatan di amerika atau sebuah judul film. Stimulus itu dapat spontan diterima atau seorang Guru dapat memberikan stimulus agar siswa memperhatikan apa yang akan diucapkan.
c.         Acquistion
Fase perolehan adalah suatu tahapan pada diri siswa untuk memperhatikan informasi yang relevan, maka siswa telah siap menerima pelajaran. pada fase ini seseorang akan dapat memperoleh suatu kesanggupan yang belum diperoleh sebelumnya dengan menghubung-hubungkan informasi yang diterima dengan pengetahuan sebelumnya. Atau boleh dikatakan pada fase ini siswa membentuk asosiasi-asosiasi antara informasi baru dan informasi lama.
d.        Retention
Adalah fase penyimpanan informasi, ada informasi yang disimpan dalam jangka pendek ada yang dalam jangka panjang, melalui pengulangan informasi dalam memori jangka pendek dapat dipindahkan ke memori jangka panjang, hal ini terjadi melalui pengulangan kembali (rehearsal), praktek (practice), elaborasi dan lain-lain.
Fase ini berhubungan langsung dengan ingatan, sedangkan ingatan sendiri ada 2 macam, yaitu :
1.         Memori jangka pendek, yakni jenis memori yang menyimpan informasi untuk diproses dalam jangka waktu yang cukup panjang.
2.         Memori jangka panjang, berarti suatu informasi disimpan secara permanen. Maka organisasi, makna, dan konteks adalah merupakan elemen penting dalam memori jangka panjang.
Karena tidak semua informasi bisa disimpan dalam memori jangka panjang, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru dalam membantu memori pelajar, yakni guru selalu menganjurkan pelajar untuk:
Ø  Membuat ringkasan, yang meliputi arti dan struktur dari apa yang akan diingat.
Ø  Menemukan, bagaimana suatu informasi bisa berhubungan dengan apa yang diketahui sebelumnya.
Ø  Membagi apa yang harus dipelajari kedalam bagian-bagian kecil secara logis.
e.         Recall and retrieval
Adalah Fase pemanggilan dimaksudkan bahwa informasi dalam memori jangka panjang dapat hilang sehingga bagian penting dari belajar adalah belajar untuk memperoleh hubungan dari apa yang telah kita pelajari untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya. Fase mengingat kembali atau memanggil kembali informasi yang ada dalam memori ini, kadang-kadang dapat saja informasi itu hilang dalam memori atau kehilangan hubungan dengan memori jangka panjang. Untuk lebih daya ingat maka perlu informasi yang baru dan yang lama disusun secara terorganisasi, diatur dengan baik atas pengelompokan-pengelompokan menjadi katagori, konsep sehingga lebih mudah dipanggil.
f.         Generalisation
Adalah penerapan tahapan atau fase transfer informasi, pada situasi-situasi baru, agar lebih meningkatkan daya ingat, siswa dapat diminta mengaplikasikan sesuatu dengan informasi baru tersebut.
g.        Performance
Adalah fase penampilan adalah suatu tahapan pada diri siswa untuk memperlihatkan kemampuan mereka bahwa siswa dapat belajar dari sesuatu melalui penampilan yang tampak, seperti mempelajari struktur kalimat dalam bahasa mereka dapat membuat kalimat yang benar.
h.        Feedback
Adalah suatu tahapan pada diri guru untuk memberikan umpan balik kepada siwa sebagai perwujudan bahwa siswa telah mengerti atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.
Menurut Jerome S. Brunner, salah seorang penentang teori S-R Bond, dalam proses pembelajaran siswa menempuh tiga fase[4], yaitu
1.        Fase Informasi ( Tahap Penerimaan Materi )
Dalam fase informasi, seorang siswa yang sedang belajar memperoleh sejumlah keterangan mengenai materi yan sedang dipelajar. Diantara informasi yan diperoleh itu ada yang sama sekali baru dan berdiri sendiri ada pula yang berfungsi menambah, memperluas, dan memperdaln pengetahuan yang sebelumnya telah dimiliki.
2.        Fase Transformasi ( Tahap Pengubahan Materi )
Dalam fase transformasi, informasi yang telah diperoleh itu di analisis, diubah, atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrak atau konseptual supaya kelak pada gilirannya dapat dimanfaatkan bagi hal-hal yang lebih luas. Bagi siswa pemula, fase ini akan berlangsung lebih mudah apabila disertai dengan bimbingan anda selaku guru yang diharapkan kompeten dalam mentransfer strategi kognitif yan tepat untuk melakukan pembeljaran materi pelajaran tertentu.
3.        Fase Evaluasi
Dalam fase evaluasi, seorang siswa akan menilai sendiri sampai sejauh manakah pengetahuan ( informasi yng telah di transformasikan tadi ) dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala-gejala lain atau memecahkan masalah yang dihadapi.
Menurut Arno F Wittig (1981) dalam bukunya Psychology of learning, setiap proses belajar selalu berlangsung dalam tiga tahapan yaitu: 1) acquisition (tahap perolehan/penerimaan informasi); 2) storage (tahap penyimpanan informasi); 3) retrieval (tahap mendapatkan kembali informasi)[5].
Pada tingkatan acquisition seorang siswa mulai menerima informasi sebagai stimulus dan melakukan respons terhadapnya, sehingga menimbulkan pemahaman dan perilaku baru. Pada tahap ini terjadi pila asimilasi antara pemahaman dengan perilaku baru dalam keseluruhan perilakunya. Proses acquisition dalam belajar merupakan tahap paling mendasar. Kegagalan dalam tahap ini akan mengakibatkan kegagalan pada tahap-tahap berikutnya[6].
Pada tingkatan storage seorang siswa secara otomatis akan mengalami proses penyimpanan pemahaman dan perilaku baru yang ia proleh ketika menjalani proses acquitision. Peristiwa ini sudah tentu melibatkan fungsi short term dan long term memori[7].
Pada tingkatan retrieval seorang siwa akan mengaktifkan kembai fungsi-fungsi sistem memorinya, misalnya ketika ia menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Proses retrieval pada dasarnya adalah upaya atau peristiwa mental dalam mengungkapkan dan memproduksi kembali apa-apa yang tersimpan dalam memori berupa informasi, simbol, pemahaman, dan perilaku tertentu sebagai respons atau stimulus yang sedang dihadapi[8].

BAB III
PENUTUP

3.1.       Kesimpulan
Proses  belajar adalah suatu aktifitas psikis ataupun mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan setumpuk perubahan dalam pengetahuan dan pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas.
Ada beberapa pendapat mengenai fase-fase belajar, di antaranya yaitu:
a.         Pendapat Gagne: fase-fase belajar terdiri atas Motivation, Apprehencion, Acquistion, Retention, Recall and retrieval, Generalisation, Generalisation dan Feedback.
b.        Pendapat Jemore S. Brunner: menyatakan fase-fase belajar yaitu, Fase Informasi ( Tahap Penerimaan Materi ), Fase Transformasi ( Tahap Pengubahan Materi ) dan Fase Evaluasi.
c.         Pendapat Arno F. Wittig: menurut Wittig fase-fase belajar terdiri dari acquisition (tahap perolehan/penerimaan informasi), storage (tahap penyimpanan informasi) dan retrieval (tahap mendapatkan kembali informasi).

3.2.       Saran
Makalah ini kami rangkum dari beberapa sumber, namun sumber yang menjadi rujukan kami sangat terbatas sehingga hasilnya pun tidak maksimal. Karena itu kami sebagai penulis membuka diri untuk menerima saran-saran dari para pembaca agar makalah ini dapat labih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA


Shalahuddin, Mahfudh. (1990). Pengantar Psikologi Pendidikan. Surabaya: Bina Ilmu.
Shirotulazizah. (2010). Makalah Pendidikan Tentang Proses dan Tahapan Belajar. dari http://rizach.blogspot.com pada tanggal 27 September 2014 pukul 01:06 Wib.
Uman, Cholil. (1998) Ikhtisar Psikologi Pendidikan. Surabaya: Duta Aksara.
 
Baca makalah lainnya:
·           Makalah Kerja dan Metode Ilmiah



[1] Shirotulazizah, Makalah Pendidikan TentangProses dan Tahapan Belajar, di akses dari http://rizach.blogspot.com/2010/01/makalah-pendidikan-tentang-proses-dan.html pada tanggal 27 September 2014 pukul 01:06 Wib
[2] Ibid.
[3] Mahfudh Shalahuddin, Pengantar Psikologi Pendidikan, (Surabaya: Bina Ilmu, 1990), hlm. 50
[4] Cholil Uman, Ikhtisar Psikologi Pendidikan, (Surabaya: Duta Aksara, 1998), hlm. 17
[5] Shirotulazizah, op.cit.
[6] Ibid
[7] Ibid
[8] Ibid

1 komentar:

  1. Makasih ya atas sharenya sangat bermanfaat sekali. salam kenal dari Manfaat Kolang kaling

    BalasHapus